Punctutation (Pungtuasi/tanda baca) merupakan tanda bantu untuk menentukan batas pengertian suatu kalimat dan berperan penting dalam memahami kejelasan, ketepatan, kebenaran, dan perubahan kalimat. Tanpa tanda baca, hubungan tiap bagian kalimat tidak bisa dipahami. Oleh karena itu, penggunaan pungtuasi secara benar sangat membantu dalam memberi tanda perhentian untuk memisahkan berbagai bagian dari suatu kalimat.
Beberapa tanda baca utama yang biasa digunakan sebagai berikut:
- Full stop (tanda titik.)
- Comma (tanda koma,)
- Semicolon (tanda titik koma 😉
- Colon (tanda titik dua : )
- Exclamation mark/note of exclamation (tanda seru!)
- Interrogation mark/ note of interrogation/question mark (tanda Tanya?)
- Dash (tanda pisah –)
- Hypen (tanda penghubung -)
- Apostrophe (apostrof/tanda penyingkat ‘)
- Inverted commas (tanda koma terbalik) atau quotation mark ( “ …”)
- Parentheses (tanda kurung ())
- Oblique atau virgule (tanda garis miring /)
- Capital letter (huruf besar)
Berikut penjelasan tanda baca yang biasa digunakan:
- Full stop (tanda titik .) merupakan tanda baca yang paling penting dan dipakai untuk menandai jeda yang paling lama.
Tanda titik digunakan pada akhir setiap kalimat deklaratif atau pernyataan, pada akhir singkatan dan inisial (huruf awal).
- Comma (tanda koma,) menunjukkan jeda paling singkat.
Tanda koma digunakan untuk:
- Memisahkan kata, frase, klausa yang berderet dan untuk memisahkan tiga atau lebih kata dari part of speech;
- Menandai kata benda atau frase pada keterangan tambahan;
- Menunjukkan seserang (sesuatau) yang diajak bicara (the nominative of address);
- Diletakkan sesudah adverbal phrases (frase kata keterangan) bentuk kalimat absolute dan untuk memulai frase pengantar atau klausa yang mendahului induk kalimat;
- Tanda koma diletakkan sebelum dan sesudah frase kata sifat yang dibentuk dengan participle;
- Digunakan unuk menghindari pengulangan kata kerja;
- Memsahkan anak kalimat dengan induk kalimat;
- Memisahkan klausa sederajat dalam sebuah kalimat gabungan
- Memisahkan reported speech dalam kalimat langsung
- Digunakan untuk memulai non-defining relative clause;
- Diguanakan untuk menandai question tags;
- Diguanakan dalam jawaban sesudah “yes” dan “no” dan juga sesudah ungkapan pembuka;
- Digunakan untuk menandai ungkapan yang berlawanan;
- Digunakan untuk menghindari ambiguitas.
- Semicolon (tanda titik koma 😉 mengambarkan jeda yang lebih panjang dari koma, tetapi lebih pendek dari pada titik.
Tanda titik koma digunakan untuk:
- Memisahkan klausa sederajat yang tidak dihubungkan oleh kata sambung;
- Memisahkan klausa pada kalimat gabungan yang memiliki koma;
- Memisahkan dua klausa independen yang dihubungkan oleh “for example” (misalnya), “more over” (selain itu, lagi pula, tambahan pula), dan “besides” (lagi pula);
- Memisahkan klausa yang tidak terikat.
- Colon (tanda titik dua : ) menunjukkan jeda yang lebih lama dari pada titik koma dan koma. Tanda ini biasanya mengawali suatu penjelasan, perluasan, kutipan, dan kalimat susulan (khususnya rangkaian formal).
Tanda titik dua digunakan untuk:
- Mengawali penjelasan, perluasan, daftar, dan tabulasi;
- Mengawali kutipan;
- Memisahkan dua klausa yang menyatakan perjanjian dan tidak dihubungkan oleh kata sambung;
- Exclamation Mark/Note of Exclamation (Tanda Seru!)
Tanda seru digunakan untuk:
- Digunakan pada akhir kalimat seru dan kata seru yang menyatakan perasaan/emosi yang kuat;
- Tanda ini boleh digunakan sesudah perintah singkat.
- Interrogation Mark/Note of Interrogation/Question Mar (tanda Tanya?)
Tanda Tanya digunakan untuk:
- Digunakan sesudah pertanyaan langsung atau pada akhir pertanyaan dan merupakan pengganti tanda titik;
- Digunakan sesudah kalimat permintaan dan pernyataan yang sopan;
- Digunakan sesudah pertanyan tidak langsung atau pertanyaan yang pertanyaan yang tersirat pada pernyataan.
- Dash (tanda pisah –)
Tanda pisah digunakan untuk:
- Menyatakan perhentian atau perubahan arah pikiran atau arah pikiran secara tiba-tiba dalam kalimat;
- Mengikat atau meringkaskan sebuah subjek yang terpisah;
- Memberi tekanan pada suatu kata atau frase di akhir kalimat;
- Hypen (tanda hubung -) berbentuk garis yang lebih pendek dari garis pada tanda pisah.
Tanda hubung digunakan untuk:
- Menggabungkan beberapa kata menjadi satu kesatuan kata;
- Penggunaan ini dapat mengubah makna kata.
- Apostrophe (Apostrof/tanda penyingkat ‘)
Apostrophe digunakan untuk:
- Membentuk kepemilikan kata benda dan kata ganti yang menyatakan milik/punya;
- Menunjukkan penghilangan huruf tertentu dari sebuah kata(digunakan untuk singkatan);
- Menunjukkan bentuk jamak huruf, angka dan singkatan.
- Inverted Commas (tanda koma terbalik) atau Quotation Mark (tanda petik “ ….”)
Tanda petik digunakan untuk:
- Melengkapi kutipan atau perkataan yang diucapkan seseorang pada kalimat langsung;
- Digunakan untuk judul buku, drama, lagu dan lain-lain sebagai alternative (pilihan) bagi huruf miring;
- Parentheses (tanda kurung () )
Tanda kurung digunakan untuk:
- Memisahkan sebuah frase atau klausa yang secara gramatikal tidak termasuk kepada bagian utama kalimat;
- Menjelaskan arti yang sebenarnya dari singkatan, istilah, atau kata;
- Oblique atau Virgule (tanda garis miring /)
Tanda garis miring digunakan untuk:
- Menunjukkan singkatan;
- Kalimat yang menyatakan dua taua lebih kemungkinan.
- Capital Letter (huruf besar)
Huruf besar digunakan untuk:
- Memulai sebuah kalimat (yang baru) atau pada awal kalimat;
- Memulai setiap baris dalam syair/sajak;
- Memulai suatu kutipan dalam kalimat langsung;
- Menulis kata benda nama diri dan kata sifat yang dibentuk dari kata benda nama diri tersebut seperti nama orang, tempat, festival, sungai, gunung, bangunan, perusahaan, firma, Koran, dan majalah;
- Digunakan untuk memulai kata seru
- Kata ganti “I” (saya, aku) atau kata seru “O” (he,hai,waha!) ditulis dengan huruf besar;
- Semua kata benda dan kata ganti yang menyatakan keilahian atau menunjuk kepda Tuhan
- Digunakan untuk singkatan;
- Digunakan untuk nama jalan, ekolah, rumah sakit, kantor dll.